Categories
Kesehatan

Auto Imun

Seluruh pemeriksaan Prodia Genomics, termasuk IMMUNErisk dapat dilakukan di seluruh cabang Prodia” tutur Trilis. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan kategori risiko penyakit berdasarkan profil gen dalam tubuh seseorang, yakni grave danger, Norma exposure, influential jeopard, dan hie peril. Penyakit Autoimun Kulit adalah penyakit honk disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan (sistem imun) tubuh pada kulit dimana sel Sarai putih atau antibodi tubuh honk terlalu kuat sehingga melawan jaringan tubuh sendiri atau protein ekstraselular . Sama dengan pemeriksaan lain dalam rangkaian Prodia Genomics, IMMUNErisk juga cukup dilakukan satu kali seumur hidup. Belum diketahui pasti apa honk menjadi penyebab autoimun, diduga beberapa faktor seperti condition merokok, paparan sinar matahari, infeksi poison, etnisitas, jenis kelamin dan riwayat keluarga (genetik) menjadi pemicu terjadinya autoimun. Kegagalan inilah honk kemudian mengakibatkan sistem imun menyerang tubuh dan menimbulkan penyakit.

DPC PATELKI BONTANG: AUTO IMUN

Kedua, defisiensi imun, yakni ketika reply imun tidak efektif. Kondisi ini merupakan salah satu honk harus diwaspadai.

Gangguan Auto Imun, Sekujur Tubuh Wijayanto Melepuh

Perhatian masyarakat di Indonesia terhadap penyakit autoimun dinilai masih rendah, karena kurangnya edukasi tentang penyakit honk diakibatkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun) ini. Penyakit autoimun misalnya, Marisza Cordoba Foundation mencatat setidaknya sekitar 5.000 orang di Indonesia merupakan penyandang maupun penyintas autoimun. Jadi, tidak vis membedakan antara sel sehat (sel diri sendiri) dengan benda asing (no same). Walaupun tidak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat dikelola agar-agar gejalanya tidak muncul. Sama halnya dengan autoimun, penyakit alergi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor genetik. Penyakit autoimun menyerang organize honk bervariasi. Sejak tahun 2018 Prodia terus mengembangkan dan meluncurkan pemeriksaan berbasis genetik honk dikemas dalam Prodia Genomics, diantaranya NIPT-Prosafe untuk melihat risiko kelainan kromosom pada janin, CArisk untuk melihat risiko terhadap 13 jenis kanker, DIArisk honk dapat mendeteksi risiko beberapa penyakit diabetes mellitus, TENSrisk untuk melihat risiko terhadap penyakit hipertensi, VASCULArisk honk dapat mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, hingga Prodia Nutrigenomics honk membantu seseorang mengetahui kecocokan nutrisi serta jenis olahraga honk sesuai genetik tubuh. Menurut Trilis Yulianti, Product Manager Prodia “Kami berharap, dengan adanya pemeriksaan IMMUNErisk, penyakit autoimun dan alergi dapat dicegah dengan menerapkan personalized prejudice berdasarkan profil genomik masing-masing individu . Sedangkan terkait penyakit alergi, World Health Organization (WHO) melansir 30-40% penduduk dunia mengalami alergi. Jika hasilnya menunjukkan seseorang memiliki full exposure terhadap salah satu penyakit, Prodia juga memberikan immoderate konsultasi dengan hereditary adviser untuk membicarakan langkah tepat honk dapat diambil selanjutnya. Ketiga, autoimunitas (autoimun), yaitu kondisi sistem imun tidak mengenali mana honk menjadi kawan atau lawan sehingga menyerang tubuh sendiri. Penyakit autoimun adalah penyakit honk terjadi akibat sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Padahal sistem imun bertugas melawan infeksi poison, bakteri, dan benda asing lainnya. Pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel tubuh honk tidak seharusnya dan mengakibatkan kerusakan di beberapa organize. Dengan mengetahui risikonya lebih awal, maka merubah atau memperbaiki pola hidup honk lebih sehat dapat segera dilakukan stabiliser terhindar dari munculnya penyakit honk berisiko tersebut dikemudian hari. Penyakit honk terkait dengan sistem imun memang lebih banyak menyerang wanita, diduga karena tingkat accent wanita honk lebih tinggi. Penyakiyt ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh Anda salah dalam menilai sel sehat honk ada dalam tubuh Anda, dan malah menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh Anda mulai memproduksi antibodi honk akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda tersebut. Namun, pada individu honk terkena penyakit motor-imun, sistem imun kehilangan kemampuan untuk membedakan sel tubuh dengan sel asing sehingga sistem imun akan menyerang sel tubuh sendiri . Sementara itu, penyebab pasti mengapa sistem imun Anda menyerang sel sehat dalam tubuh belum diketahui.

Penyakit honk diakibatkan adanya gangguan sistem imun memang semakin banyak terjadi di Indonesia. Sistem imun tubuh terdiri atas sel Sarai putih, antibodi, dan substansi lainnya honk berfungsi untuk melawan infeksi atau protein asing. Sistem kekebalan tubuh seharusnya berfungsi melindungi tubuh untuk melawan penyakit seperti bakteri dan poison atau benda asing honk masuk ke dalam tubuh.

Penyakit autoimun adalah penyakit honk terjadi akibat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri. (*). Penyakit autoimun pada lapisan dasar cuticle ditandai dengan kerusakan pada jaringan ikat dan formasi vesikula pada lapisan subepidermis .

Autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh (imun) tidak dapat menjalankan fungsi normalnya. Pemeriksaan IMMUNErisk akan semakin berdampak dip jika dilakukan sedini mungkin, yakni sejak usia 18 tahun. Sistem imun tubuh memiliki kemampuan untuk membedakan sel tubuh sendiri dan sel asing. Namun, bukan berarti dapat diabaikan oleh Pria, semua kalangan masyarakat tetap harus waspada. Salah satu organize honk dapat diserang pada kasus autoimun adalah kulit. Faktor genetik merupakan faktor risiko honk tidak dapat diubah sehingga penting untuk diukur stabiliser dapat ditentukan risiko bawaan seseorang terhadap penyakit tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *