Categories
Info

Hoax Covid

HADIRNYA media sosial seperti facebook, instagram, line, whatsaap membuat kita lebih mudah mendapatkan informasi ketimbang dari media cetak seperti Koran dan majalah. Namun kemudahan yang kita peroleh ternyata membawa dampak yang serius. Media sosial ternyata menjadi tempat yang sumbur tumbuhnya Hoax.

Para provider hoax ini terus memproduksi meme menyesatkan dengan cara yang tidak mendidik. Mereka sering bablas karena content-nya bisa membecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka seringkali lupa bahwa ongkos demokrasi begitu mahalnya, sementara mereka, dengan seenak udel-nya merusak dengan menebar kebencian sesama anak bangsa dan menciprakan rasa takut hidup di Indonesia. Naudzubillah.

Jakarta, Beritasatu.com – Mabes Polri mengumumkan jika 51 orang telah jadi tersangka penyebaran hoax atau berita bohong terkait Covid-19. Motif mereka iseng, bercanda, dan tidak puas terhadap pemerintah.

Liputan6.com, Jakarta Covid-19 resmi jadi pandemi. Dunia panik. Berbagai macam informasi palsu dalam menghadapi covid-19 pun bermunculan. Tak salah jika Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom mengatakan bahwa kita tak hanya melawan pandemi, tapi juga infodemik, untuk menyebut berbagai informasi keliru terkait Covid-19.

Dengan muncul-nya pelbagai peristiwa, semakin berseliweran hoax, menyerbu gadget-gadget dalam genggaman. Peristiwa memilukan seperti para korban yang terpapar Covid-19 tak luput dari serangan hoax. Para creator hoax seperti menemukan enjoyment saat jutaan orang tertipu dengan karya-karya menyesatkannya.

Sungguh mereka telah kehilangan hati. Tak ada lagi sensitifitas apalagi solidaritas terhadap orang-orang tertimpa bencana. Mereka tega, saudara sebangsa-nya merana, terlunta karena terpisah dari keluarga dan tanah kelahirannya.

Di era media soal, hoax mengalir deras seperti air bah. Banjir bandang hoax menghanyutkan perhatian, pikiran dan perasaan seluruh pengguna jejaring sosial media. Akibatnya mereka kehilangan daya filter yang kuat, yang terjadi, mereka tidak bisa membedakan mana hoax mana realitas kebenaran. Semua dibuat blur.

Kalau kamu menemukan postingan berisi berita palsu di Facebook, segera laporkan dengan menekan tombol di bagian kanan atas dari post tersebut, pilih ‘Cari Dukungan’ atau ‘Laporkan Postingan’ kemudian laporkan sebagai berita palsu. Kamu juga bisa mengunjungi Pusat Bantuan Facebook untuk info lebih lanjut tentang cara melaporkan sebuah postingan.

Di saat-saat bangsa ini harus menghadapi tantangan kesehatan, kematian, dan krisis perekonomian, para produsen hoax seperti menemukan momentum untuk berselancar menyesatkan persepsi publik. Horror kematian dan nyungsepnya perekonomian diciptakan melalui meme-meme, seolah negeri ini benar-benar tengah colaps dan menuju arah kebangkrutan.

Langkah kebijakan pemerintah juga menjadi makanan empuk para hoax creator. Mereka tentu bukan pemain tunggal. Ada yang memancing di air keruh, ada peng-order-nya, yaitu, para politisi drakula haus darah, penghisap dana-dana rakyat. Mereka rindu dengan kekuasaan dan ingin slalu berada di tampuk kekuasaan di sepanjang usianya.

Jadi bukan hanya pelaku pembuat tetapi dapat menjerat pelaku penyebar hoax. Saat berita tersebut terlihat mencurigakan, tidak jelas, tidak logis dan tidak dapat dipertanggungjawabkan maka segera laporkan kepada pihak yang berwajib. Dengan begitu, kemungkinan orang-orang di sekitar kita untuk terpapar hoax akan lebih kecil.

Disinilah mahasisiwa sebagai agen perubahan dan sebagai agen control sosial masyarakat dapat memberikan suasana disiplin, aman, tentram ditengah maraknya hoax corona. Demi membantu mewujudkan Negara Indonesia yang lebih baik lagi.

Sudah menjadi kewajiban besar mahasiswa dalam membawa masyarakat menuju perubahan kearah yang lebih baik. Dalam Menjaga kenyamanan masyarakat terkait maraknya hoax virus tersebut ada beberapa hal yang perlu mahasiswa lakukan. Pertama ialah bijak dalam memanfaatkan internet. Gunakanlah internet secukupnya saja. Melihat begaimana media sosial saat ini menjadi ladang subur tumbuhnya hoax, maka untuk mencegah peluang besar kita terpengaruh sebaiknya membatasinya dengan kegiatan yang lebih positif, seperti membaca buku dan sebagainya.

Dalam kondisi pandemi COVID-19 yang sedang meningkat, sangat penting bagi kita semua untuk lebih berhati-hati membagikan informasi di internet. Hoax dan informasi yang salah dapat menyebabkan kebingungan, bahkan bisa membuat masyarakat takut dan panik.

Covid-19 resmi jadi pandemi. Dunia panik. Berbagai macam informasi palsu dalam menghadapi covid-19 pun bermunculan. Tak salah jika Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom mengatakan bahwa kita tak hanya melawan pandemi, tapi juga infodemik, untuk menyebut berbagai informasi keliru terkait Covid-19.